Berita Teater Koma
Berita
- Details

RUMAH SAKIT JIWA
Venue: Graha Bhakti Budaya
Tanggal : 30 Juli s.d 2 Agustus 2026
Jam Pertunjukan : Kamis = 19.30 WIB • Jumat = 19.30 WIB •
Sabtu = 13.30 WIB & 20.00 WIB • Minggu = 13.30 WIB
TEATER KOMA, produksi ke-237, 2026
Naskah Karya: N. Riantiarno
Sutradara: RANGGA Riantiarno
Info Tiket:
0821 22 7777 09 • 021 7350 460
*Pengguna kursi roda mohon menghubungi Teater Koma sebelum membeli tiket
Tiket Online:
www.teaterkoma.org • www.loket.com
HTM:
Weekday (Kamis-Jumat) : 750k | 550k | 400k | 300k | 200k | 100k
Weekend (Sabtu-Minggu) : 850k | 650k | 450k | 350k | 250k | 150k
Periode penjualan EARLY BIRD (disc. up to 49%):
Senin, 1 Juni 2026 (dimulai pukul 14.00 WIB) s.d Jumat, 5 Juni 2026 (selesai pukul 11.59 WIB siang hari)
TIKET TERBATAS
PEMAIN:
• RATNA RIANTIARNO • TAUFAN S CHANDRANEGARA •
• DAISY LANTANG • EMANUEL HANDOYO •
• LUTFI ARDIANSYAH • BAYU DHARMAWAN SALEH •
• ANGGA YASTI • DANA HASSAN •
• HENGKY GUNAWAN • INA KAKA •
• SIR ILHAM • DODI GUSTAMAN •
• ZULFI RAMDONI • DLL.
Pekerja:
Asisten Sutradara : ADRI PRASETYO
Pengarah Musik : FERO A. STEFANUS
Pengarah Artistik : DEDEN BULQINI
Perancang Cahaya : DERAY SETYADI
Perancang Gerak : RATNA ULLY
Perancang Rias & Rambut : SENA SUKARYA
Perancang Busana : SAMUEL WATTIMENA & RIMA ANANDA
Pengarah Teknik : TINTON PRIANGGORO
Instruktur Vokal : AJENG DESTRIAN
Perancang Grafis : SAUT IRIANTO MANIK
Manajer Panggung : DEV DYLAN
Pemimpin Produksi : RASAPTA CANDRIKA
Produser : RATNA RIANTIARNO
Ringkas Kisah
ROGUSTA berusaha lari dari kejaran masa lalunya, tapi tak pernah berhasil. Bayangan BAPAK dan IBU selalu mengikuti ke mana ia pergi. Mereka senantiasa memaksakan masa depan yang sudah dipersiapkan baginya. Ia menolak, lalu mengembara.
Sebagai dokter baru di RSJ yang dipimpin Profesor SIDARITA, Rogusta berharap bisa menerapkan cara penyembuhan lewat pendekatan yang penuh persahabatan. Dan bukan dengan perlakuan yang merupakan cerminan kekuasaan tak terbantahkan. Ia tak ingin, rasa takut membuat penyakit para pasien jadi lebih lengkap.
Setelah beberapa waktu, Rogusta berhasil mendapatkan kesempatan untuk menerapkan metode penyembuhannya. Para pasien yang awalnya terkungkung rasa takut, mulai menanggapi. Rogusta memberikan harapan baru. Dan perlahan, para pasien mulai menapaki jalan menuju kesembuhan. Dari situ, pengaruh Rogusta makin kuat, para pasien tak sudi menerima perawatan dokter lain.
Di sisi lain, Sidarita sebagai direktur RSJ, merasa kekuasaannya sedang diintip-intip dan disangsikan. Ia menjadi berang. Kedua asistennya yang paling senior - MURDIWAN dan TUNGGUL - juga merasa disaingi oleh dokter baru itu. Lalu mereka merancang siasat agar Rogusta tersingkir.
Inilah cerita tentang para dokter, juga para pasien penyakit jiwa, serta kemunafikan ketua yayasan yang berkuasa atas rumah sakit jiwa itu. Kisah tentang upaya seseorang yang optimis, bahwa dia mampu mengubah sebuah sistem yang sudah sangat mapan. Apakah akan sia-sia?
Tapi benarkah mereka yang terkena penyakit jiwa semakin banyak jumlahnya? Apakah benar dunia sedang berubah menjadi sebuah rumah sakit jiwa? Dan kita semua ada di sana? Barangkali hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.
Synopsis
ROGUSTA tries to escape from his past, but never succeeds. His FATHER and MOTHER haunts him whereever he goes. They keep forcing him to accept the future they had prepared for him. He rejects it, then goes on a journey to forge his own path.
As a new doctor in the Psychiatric Hospital lead by Professor SIDARITA, Rogusta has hopes that he is able to apply therapeutic practices in a more patient-friendly approach. And to not use treatments which denote absolute authority over the patients. He does not want fear to worsen the condition of the patients.
After some time, Rogusta gets the opportunity to utilize his therapy methods. The patients, who are initially afraid, start responding. Rogusta gives them new hope. And slowly, the patients begin their journey to recovery. From then on, Rogusta’s influence grows, the patients refuses treatment from other doctors.
On the other hand, Sidarita as the director of the hospital, feels that his authority is constantly being surveilled and scrutinized. He is livid. Two of his most senior assistants – MURDIWAN and TUNGGUL – also feel threatened by the new doctor. Then they both devise a scheme to get rid of Rogusta.
This is a story about doctors, and people with mental illness, and the duplicitous chairwoman of the foundation that holds sway over the hospital. A story of a person who is optimistic in transforming a long established system. Will it all be for nothing?
But is it true that nowadays there are more people with mental illness? Is it true that the world is turning into a mental asylum? And we are all inside it? Perhaps only we alone can answer that question.
- Details

MENCARI SEMAR
Venue: Ciputra Artpreneur Theater
Tanggal : 13 – 17 Agustus 2025
Jam Pertunjukan : Rabu = 19.30 WIB • Kamis = 19.30 WIB • Jumat = 19.30 WIB •
Sabtu = 14.00 WIB & 20.00 WIB • Minggu = 13.30 WIB
TEATER KOMA, produksi ke-235, 2025
Naskah Karya & Sutradara: RANGGA Riantiarno
Info Tiket:
0821 22 7777 09 • 021 7350 460
*Pengguna kursi roda mohon menghubungi Teater Koma sebelum membeli tiket
Tiket Online:
www.teaterkoma.org • www.loket.com
HTM:
Weekday (Rabu-Kamis) : 725k | 550k | 375k | 275k | 175k | 100k
Weekend (Jumat-Sabtu-Minggu) : 850k | 650k | 450k | 325k | 225k | 150k
Periode penjualan EARLY BIRD (disc. up to 40%):
1 Juli 2025 (dimulai pukul 20.00 WIB) s.d 3 Juli 2025 (selesai pukul 11.59 WIB siang hari)
Periode penjualan PRESALE 1 (disc. up to 30%):
3 Juli 2025 (dimulai pukul 12.00 WIB siang hari) s.d 22 Juli 2025 (selesai pukul 11.59 WIB siang hari)
TIKET TERBATAS
PEMAIN:
• BUDI ROS • RITA MATU MONA • DAISY LANTANG •
• EMANUEL HANDOYO • BAYU DHARMAWAN SALEH •
• LUTFI ARDIANSYAH • ANGGA YASTI • NINO BUKIR •
• DANA HASSAN • ANDHINI PUTERI • INA KAKA •
• SIR ILHAM • DODI GUSTAMAN • ZULFI RAMDONI • DLL.
Pekerja:
Ast. Sutradara : ADRI PRASETYO
Penata Musik: FERO A. STEFANUS
Skenografer: DEDEN BULQINI
Penata Cahaya: FAJAR OKTO
Penata Gerak: RATNA ULLY
Penata Rias & Rambut: SENA SUKARYA
Penata Busana: RIMA ANANDA
Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO
Instruktur Vokal: AJENG DESTRIAN
Perancang Grafis: SAUT IRIANTO MANIK
Manajer Panggung: BAYU DHARMAWAN SALEH
Pimpinan Produksi: RASAPTA CANDRIKA
Produser : RATNA RIANTIARNO
Sinopsis
Semar, sang panakawan bijak, pensiun. Dalam dirinya ditanamkan Jimat Kalimasada. Tugasnya kini mencari pewaris Jimat tersebut. Tapi Semar sangat menikmati masa pensiunnya, sehingga Jimat Kalimasada mengurungnya dalam dimensi putaran waktu. Semar terus menjalani masa pensiunnya berulang-ulang.
Zaman bergulir, manusia menciptakan robot. Sayangnya, Perintah Utama, program etika luhur para robot dirusak oknum-oknum haus kekuasaan. Para robot bisa menyakiti bahkan membunuh manusia serta menghancurkan robot lain. Dan akhirnya manusia punah.
Robot-robot mendirikan Kekaisaran Nimacha. Tapi karena Perintah Utama yang rusak, kekacauan dan perang tetap ada. Tanpa adanya manusia untuk memperbaiki Perintah Utama, para robot sadar, mereka terancam punah. Mereka mencari solusi, dan menemukan catatan sejarah tentang Jimat Kalimasada.
Para robot berhasil melacak keberadaan Jimat Kalimasada, dan juga keberadaan Semar. Mereka pun menangkap Semar. Tujuan mereka, menarik keluar Jimat Kalimasada dari dalam Semar, agar kekuatan jimat itu bisa dipakai untuk memulihkan Perintah Utama.
Sutiragen, istri Semar, mengumpulkan panakawan lain untuk menyelamatkan Semar. Apakah mereka mampu menghadapi kekuatan para robot dari Kekaisaran Nimacha?
Synopsis
Semar, the wise court jester, has retired. The all powerful talisman, Jimat Kalimasada, was embedded in him. His mission now find an heir for the talisman. But it turns out Semar truly enjoys his retirement, prompting a response from the Jimat Kalimasada in the form of a time loop. Semar keeps reliving his days of retirement over and over again.
As time passed, humans created robots. Unfortunately, the Primary Commandments, the noble ethical program written in the robots, were corrupted by power hungry individuals. The robots could now harm and even kill humans and destroy other robots. In the end, the humans went extinct.
The robots founded the Empire of Nimacha. But due to the corrupt Primary Commandments, chaos and war still exist. The robots realize, they are also facing extinction. They search for a solution, and discovers historical records of Jimat Kalimasada.
The robots managed to track down the existence of the Jimat Kalimasada, and also the existence of Semar. Their objective, to extract Jimat Kalimasada out of Semar, so that the talisman's power can be used to restore the original Primary Commandments.
Sutiragen, Semar's wife, gathers other court jesters to rescue Semar. Can they face the might of the agents of the Nimacha Empire?
- Details

MATAHARI PAPUA
Venue: Graha Bhakti Budaya
Tanggal : 7 s.d 9 Juni 2024
Jam Pertunjukan : Jumat = 19.30 WIB • Sabtu = 13.00 WIB & 19.30 WIB • Minggu = 13.00 WIB
TEATER KOMA, produksi ke-230, 2024
Naskah Karya: N. Riantiarno
Sutradara: RANGGA Riantiarno
Info Tiket:
0821 22 7777 09 • 021 735 0460 • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Tiket Online:
HTM:
Rp. 175.000| Rp. 275.000 | Rp. 400.000 | Rp. 525.000 | Rp. 725.000 | Rp. 975.000
PEMAIN:
TUTI HARTATI • NETTA kusumah Dewi • joind bayuwinanda • rita matu mona
DAISY LANTANG • LUTFI ARDIANSYAN • bayu dharmawan saleh • angga yasti
DANA HASSAN • andhini puteri • sir ilham • adri prasetyo • dodi gustaman • DLL.
Pekerja:
Co -Sutradara : NINO BUKIR • penata musik: fero a. Stefanus
Penata artistik & Multimedia : Deden Bulqini • penata cahaya: deray setyadi
penasehat rias & Rambut : subarkah hadisarjana • penata gerak: ratna ully
penata rias & rambut: sena sukarya • penata busana: RIMA ANANDA
Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO • Instruktur Vokal: AJENG DESTRIAN
Perancang Grafis: SAUT IRIANTO MANIK • Manajer Panggung: SARI MADJID
Pimpinan Produksi: RASAPTA CANDRIKA • Produser : RATNA RIANTIARNO
Sinopsis
Pada suatu masa di pedalaman Kamoro, Papua, sepasang suami istri, ditemani 3 kakak sang istri, menaiki perahu dari desa Kamoro menuju ke hilir sungai, mencari sagu agar bisa dipanen warga desa. Tapi, nasib buruk menimpa. Mereka bertemu NAGA jahat, yang melahap segala. Semua terbunuh.
Yang selamat hanya sang istri. Dia berhasil lolos dan menetap di sebuah gua, dekat gua seorang Dukun, KORERI. Beberapa bulan kemudian, wanita itu, YAKOMINA, melahirkan anak. Si Dukun itu menolongnya. Yakomina tak mau pulang, dia mengurusi anaknya hingga besar. Pemuda itu diberi nama BIWAR.
Tak terasa, 25 tahun telah berlalu. Biwar tumbuh di daerah tepi sungai menjadi pria yang hebat berkat bimbingan Mama dan Dukun. Satu hari, saat sedang menyusuri sungai untuk mencari ikan, Biwar menolong seorang gadis, NADIVA, yang hendak dimakan TIGA BIAWAK. Biwar dengan mudah mengalahkan monster-monster itu. Tiga Biawak lari. Keduanya berkenalan, dan saling jatuh cinta. Keduanya berjanji untuk bertemu lagi.
Saat Biwar pulang, Yakomina tahu bahwa sang anak sudah mencapai daerah kekuasaan Naga, tempat di mana Papa Biwar kehilangan nyawanya. Sang Mama lalu berkisah tentang bagaimana Papa Biwar dilahap Sang Naga. Amarah Biwar memuncak.
Tapi Dukun menenangkan. Sang Naga kini sudah punya anak buah, selain Tiga Biawak, masih ada BUAYA dan BURUNG HITAM. Dukun mengatakan akan ada waktu yang tepat bagi Biwar untuk memasuki kawasan monster-monster itu, dan membunuh Naga.
Nadiva ternyata berasal dari desa Kamoro. Hubungan rahasia Biwar dan Nadiva diketahui penduduk desa. Mereka tidak setuju hubungan dengan orang luar itu. Semua lalu mendatangi Biwar dan meminta pertanggungjawabannya. Nyaris terjadi perkelahian.
Beruntung, muncul Sang Dukun, Koreri, yang melerai pertikaian tersebut. Beliau malah meminta agar penduduk membantu Biwar. Akhirnya, penduduk patuh dan ikut Biwar memasuki kawasan kekuasaan Naga. Tujuan mereka, membunuh Naga. Apakah akhirnya mereka akan terbebas dan merdeka dari Naga?
Ini lakon Teater Koma, kisah nyanyian dan tarian kawasan timur, Papua. Kisah yang mengharukan. Kisah kemerdekaan dan kebebasan. Lakon hilangnya Sang Naga.
Synopsis
Once upon a time, deep in the Kamoro inland of Papua, a husband and wife couple, accompanied by three of the wife’s older brothers, from the Kamoro village, took a boat downstream along the river, searching for sago to be harvested by the villagers. But, misfortune befell them. They ran into the evil DRAGON, devourer of all things. Everyone was killed.
The only survivor was the wife. She managed to escape and stayed in a cave near the cave of the Shaman, KORERI. Some months later, the woman, YAKOMINA, gave birth to a child. The Shaman aided her. Yakomina decided not to go back to her village, she brought up her child into adulthood. The young man’s name is BIWAR.
Now, 25 years have passed. Through the guidance of Mama and the Shaman, Biwar grows up into an incredible man. One day, while exploring the riverside to look for fish, Biwar rescues a girl, NADIVA, who was about to be devoured by THREE BIAWAKS (Water Monitor Lizards). Biwar easily defeats the monsters, driving them away. The two youths get acquainted, and fall in love. Both promise to meet again.
When Biwar gets home, Yakomina realizes that the boy has reached the Dragon’s dominion, where Biwar’s Papa lost his life. Mama then tells the story of how Biwar’s Papa was eaten by the dragon. This sparks Biwar’s fury.
But the Shaman calms him down. The Dragon has underlings now, aside from the Three Water Monitor Lizards, there still exist the CROCODILE and the BLACK BIRD. The Shaman says the right time will come for Biwar to enter the territory of the monsters, and kill the Dragon.
Meanwhile, it turns out that Nadiva is from the Kamoro village. The villagers become aware of the secret relationship between Biwar and Nadiva. They do not consent to the idea of Nadiva seeing a person from outside the village. Everyone then comes to Biwar demanding his accountability. A fight nearly erupts.
Fortunately, the Shaman, Koreri, appears to stop the conflict. He even orders the villagers to assist Biwar. In the end, the villagers heed his request to join Biwar in entering the Dragon’s dominion. Their purpose, to kill the dragon. Will they finally be liberated and free from the Dragon?
This is a Teater Koma stage play, a story filled with songs and dances inspired by The Land in the East, Papua. A poignant story. An epic of liberation and freedom. A tale about how the Dragon vanishes.
- Details

UPACARA: Seri Panakawan
Venue: Galeri Indonesia Kaya
Tanggal : 3 Agustus 2024
Jam Pertunjukan : Sabtu = 15.00 WIB & 19.00 WIB
Naskah Karya & Sutradara: RANGGA Riantiarno
Reservasi di www.indonesiakaya.com
(Reservasi dibuka Senin, 29 Juli pukul 11.00 WIB)
GRATIS!
Produksi ke-231, 2024
TEATER KOMA
Sinopsis
Gareng, Petruk dan Bagong berulah lagi. Ketiga anak Semar itu mencari berbagai cara agar bisa datang ke IKB, ibukota baru. Mereka mau ikut upacara di sana, meski tidak diundang dan tak paham makna dari peringatan kemerdekaan tersebut.
Sadar bahwa anak-anaknya hanya ingin membuat konten viral, Semar lalu mengingatkan mereka. Dia ajak mereka diskusi tentang kemerdekaan. Dia minta ketiga anaknya melihat di sekeliling mereka, untuk mencari makna kemerdekaan.
Tetap saja, mereka bersikeras pergi ke IKB, tak peduli dengan metode macam apa. Akibatnya, terjadi hal yang lebih gawat. Apakah musibah yang menimpa mampu mereka lalui? Apakah setelah musibah itu, Semar mampu menyadarkan anak-anaknya tentang makna kemerdekaan?
Pemain:
BAYU DHARMAWAN SALEH • DANA HASSAN • NINO BUKIR • ZULFI RAMDONI
Pemusik:
AJENG DESTRIAN • HENDRICUS WISNU GROHO
Pekerja:
Ast-Sutradara : NINO BUKIR • penata musik: fero a. Stefanus
Penata artistik & Multimedia : Deden Bulqini • penata cahaya: deray setyadi
penasehat rias & Rambut : subarkah hadisarjana • penata rias & rambut: sena sukarya
penata busana: ARIYUNDA ANGGAYASTI • Manajer Panggung: SARI MADJID
Pimpinan Produksi: RASAPTA CANDRIKA • Produser : RATNA RIANTIARNO
- Details

TANDA CINTA
Venue: Komunitas Salihara, Pasar Minggu
Tanggal : 30 & 31 Agustus 2024
Jam Pertunjukan : Jumat = 20.00 WIB • Sabtu = 14.00 WIB & 20.00 WIB
Durasi: 99 menit
TEATER KOMA, produksi ke-232, 2024
Naskah Karya: N. Riantiarno
Sutradara: RANGGA Riantiarno
Tiket Online:
HTM:
Umum : Rp. 155.000| Pelajar : Rp. 75.000
*kuota terbatas
PEMAIN:
TUTI HARTATI • LUTFI ARDIANSYAH
PEMBAWA SENTIR:
Dana Hassan, Ariyunda Anggayasti,
Dodi Gustaman, Zulfi Ramdoni, Radhen Darwin,
Dev Dylan, Shinta Maharani, Hapsari Andira, Aden Ramadhan
Pekerja:
Ast. Sutradara : NINO BUKIR • penata musik: fero a. Stefanus
Penata Multimedia : ra7dika • penata cahaya: jadug_b
penasehat rias & Rambut : subarkah hadisarjana • penata busana: Ariyunda anggayasti
Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO • Manajer Panggung: BAYU DHARMAWAN SALEH
Pimpinan Produksi: RASAPTA CANDRIKA • Produser : RATNA RIANTIARNO
Masih Adakah Cinta Di Antara Kita?
.
Pertanyaan yang nampaknya sederhana. Menjadi penting dan bermakna.
.
Kali ini Teater Koma kembali pentas di Komunitas Salihara. Dalam rangkaian Salihara International Performing Arts Festival 2024 (SIPFest 2024), yang sudah berlangsung sejak tanggal 3 Agustus 2024.
.
Memanggungkan kembali sebuah lakon klasik Teater Koma, karya N. Riantiarno, TANDA CINTA. Pernah dipentaskan di GKJ tahun 2005 dan di Salihara 2009.
- Details

RORO JONGGRANG
Venue: Graha Bhakti Budaya
Tanggal : 14 - 16 Oktober 2022
Jam Pertunjukan : Jumat = 19.30 WIB • Sabtu = 13.00 WIB & 19.30 WIB • Minggu = 13.00 WIB
TEATER KOMA, produksi ke-225, 2022
Naskah Karya & Sutradara: N. Riantiarno
Info Tiket:
0821 22 7777 09 • 021 735 0460 • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Tiket Online:
GO-TIX.id
HTM:
Rp. 150.000| Rp. 200.000 | Rp. 300.000 | Rp. 450.000 | Rp. 650.000
Pemain:
SEKAR DEWANTARI • RANGGA RIANTIARNO • budi ros • RATNA RIANTIARNO
RITA MATUMONA • DAISY LANTANG • SUNTEA SISCA • DANA HASSAN • DLL.
Pekerja:
penata artistik: idries pulungan • penata musik: fero a. Stefanus
penata cahaya: deray setyadi • penasehat rias: subarkah hadisarjana
Multimedia: DEDEN BULQINI • penata gerak: ratna ully
penata rias & rambut: sena sukarya • penata busana: RIMA ANANDA
Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO • Instruktur Vokal: AJENG DESTRIAN
Perancang Grafis: RA7DIKA • Manajer Panggung: BAYU DHARMAWAN SALEH
Pimpinan Produksi: RATNA RIANTIARNO
Sinopsis
RORO JONGGRANG, putri Kerajaan Boko, terpaksa menerima sebuah lamaran. Datangnya bukan dari sembarang orang. Sang pelamar adalah BANDUNG BONDOWOSO, Putra Mahkota Pengging. Masalahnya, dia juga yang telah menyerbu Boko, sekaligus membakar habis Raja dan Ratu Boko, orangtua Roro Jonggrang.
Roro Jonggrang tidak tertarik pada lamaran raja-raja. Dia tak ingin jadi Permaisuri Raja. Dia hanya ingin punya kekasih rakyat biasa, bukan pangeran ataupun raja. Apalagi yang melamar kali ini sudah dia anggap sebagai musuh besar. Dendamnya membara.
Maka, lamaran diterima, dengan dua syarat. Yang pertama, Putra Mahkota harus membuat Sumur Jalatunda di atas Gunung Boko, pada satu pagi. Dan besok malamnya, Putra Mahkota harus membangun Seribu Candi, harus rampung dalam satu malam.
Dengan bantuan para lelembut, Sumur Jalatunda bisa dibangun. Kemudian, mulai membangun Seribu Candi, tetap dengan bantuan para lelembut. Nampaknya, dua syarat itu akan bisa dipenuhi. Roro Jonggrang mulai cemas. Dia memang tidak mau jadi istri Bandung Bondowoso. Dia mulai mencari akal untuk menggagalkan pembangunan Seribu Candi.
Kesaktian luar biasa yang dimiliki Bandung Bondowoso, ternyata bisa dijegal oleh tipu muslihat. Kisah ini menjadi bukti, bahwa kecurangan sudah ada sejak jaman dulu kala. Cinta, ternyata bisa dikalahkan oleh kecurangan.
Synopsis
RORO JONGGRANG, the princess of Boko Kingdom, accepts a proposal reluctantly. It came from not just anyone. The proposal came from BANDUNG BONDOWOSO, the Crown Prince of Pengging. The problem, he’s the one who had invaded Boko, and had also set ablaze the Boko King and Queen, Roro Jonggrang’s parents.
Roro Jonggrang is not interested with proposals from kings. She doesn’t want to be married to a King. She just wants a commoner husband, not a prince or a king. Even more so, the proposal came from a man whom she sees as her archenemy. Her desire for vengeance burns.
So, the proposal is accepted, with two requirements. The first, the Crown Prince must make the Jalatunda Well atop of Mount Boko, in the morning. Then, the night after, the Crown Prince must make The One Thousand Temples, done in one night.
With the aid of spirits, the Jalatunda Well is completed. Then, the building of The One Thousand Temples commences, still with the help of the spirits. It seems as though those two requirements will soon be met. This troubles Roro Jonggrang. In truth, she does not want to become Bandung Bondowoso’s wife. She starts devising plans to halt the construction of The One Thousand Temples.
It turns out, Bandung Bondowoso’s extraordinary powers falls victim to deception. This story is proof, that fraudulence has existed since long ago. Love, it turns out, can be swindled by deception and fraudulence.
- Details

Empat sutradara wanita dan empat lakon untuk #TeaterKomaPentasDiSanggar.
.
Sebuah upaya eksplorasi kreatif, bagian dari perjalanan panjang Teater Koma sebagai sebuah kelompok seni pertunjukan teater.
.
Masing-masing membawa visi dan interpretasi unik bagi empat lakon teater yang mereka garap. Masing-masing menempuh perjalanan kreatif yang berbeda dalam menyikapi lakon yang mereka tangani, demi menyajikan tontonan yang menarik tapi tetap penuh makna.
.
SARI MADJID: Sutradara lakon Padang Bulan karya N. Riantiarno. Jadi anggota Teater Koma sejak masa-masa awal. Tahun 1988 hingga 2004, memerankan tokoh Engtay dalam lakon Sampek Engtay. Tahun 2013, memerankan tokoh Ibu Brani dalam lakon Ibu. Sebagai sutradara, menyajikan perpaduan musik dan multimedia untuk lakon Padang Bulan, yang berkisah tentang perwujudan Rembulan pada berbagai masa dan kebudayaan.
.
RITA MATU MONA: Sutradara lakon Siti Seroja karya N. Riantiarno. Jadi anggota Teater Koma sejak masa-masa awal. Tahun 1988 hingga 2004, memerankan tokoh Suhiang dalam lakon Sampek Engtay. Tahun 2014, memerankan tokoh Cangik dalam lakon Republik Cangik. Sebagai sutradara, menghadirkan suasana tahun ‘70-an dalam lakon Siti Seroja lewat akting para pemain, didukung set panggung yang realistik.
.
PALKA KOJANSOW: Sutradara lakon Arsena karya N. Riantiarno. Naik pentas bersama Teater Koma sejak tahun 2013 di lakon Ibu. Tahun 2014, memerankan tokoh MC dalam lakon Republik Cangik. Sebagai sutradara lakon Arsena, memunculkan pandangan ekstentrik tokoh pelukis terhadap dunia sekelilingnya dengan dukungan artistik ciamik yang juga tidak kalah unik dan eksentrik.
.
SEKAR DEWANTARI: Sutradara lakon Arkanti karya N. Riantiarno. Naik pentas bersama Teater Koma sejak tahun 2013 di lakon Ibu. Tahun 2017, memerankan tokoh Poli Picum dalam lakon Opera Ikan Asin. Sebagai sutradara lakon Arkanti, berharap kisah tokoh utama yang tak mampu mewujudkan jati dirinya, karena selama ini terkekang oleh berbagai aturan, bisa jadi cermin dalam mencermati kondisi kita saat ini.
Link untuk menonton:
ARSENA: https://youtu.be/DL0uvxxOMJ8
ARKANTI: https://youtu.be/vLgsbZn7_dY
SITI SEROJA: https://youtu.be/Ri3AhMJoCRc
PADANG BULAN: https://youtu.be/LFljXmWICLY
.
#DigitalisasiKoma2021 #PerempuanBerkarya #TeaterKomaPentasDiSanggar




